Kamis, 03 Apr 2025
xNUCare-Lazisnu

Madrasah Sarana Pembentukan Moral Bangsa

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Jun 2022 649 NU Media

NU Media – Madrasah (مدرسة‎ , jamak: مدارس) merupakan sebuah kata dalam bahasa Arab yang artinya sekolah. Asal katanya yaitu darasa (baca: darosa) yang artinya belajar. Di Indonesia, madrasah dikhususkan sebagai sekolah umum yang kurikulumnya terdapat pelajaran-pelajaran tentang keislaman.

Eramulti Computer

  • Raudaltul Athfal yang selanjutnya disingkat RA adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun.
  • Madrasah Ibtidaiyah yang selanjutnya disingkat MI adalah satuan pendidikan formal yang Setara SD dengan kekhasan agama Islam yang terdiri dari 6 (enam) tingkat pada jenjang pendidikan dasar.
  • Madrasah Tsanawiyah yang selanjutnya disingkat MTs adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan Setara SMP kekhasan agama Islam yang terdiri dari 3 (tiga) tingkat pada jenjang pendidikan dasar sebagai lanjutan dari Sekolah Dasar, MI, atau bentuk lain yang sederajat, diakui sama atau setara Sekolah Dasar atau MI.
  • Madrasah Aliyah yang selanjutnya disingkat MA adalah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan Setara SMA kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari Sekolah Menengah Pertama, MTs, atau bentuk lain yang sederajat, diakui sama atau setara Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
  • Madrasah Aliyah Kejuruan yang selanjutnya disingkat MAK adalah satuan pendidikan formal yang Setara SMK menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari Sekolah Menengah Pertama, MTs, atau bentuk lain yang sederajat, diakui sama atau setara Sekolah Menengah Pertama atau MTs.

Saat ini pengelolaan madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam adalah rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliau sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan para as-Sabiqun al-Awwalun (pemeluk Islam pertama) yang merupakan murid-muridnya.

Berdasarkan catatan sejarah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merasa perlu mencari sebuah tempat untuk para pemeluk Islam berkumpul. Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya serta mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya. Rasulullah memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam.

Gedung PCNU Berau

Dari tempat inilah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara perlahan merubah masyarakat yang dahulunya diliputi kebodohan dan terbelakang, penyuka kekererasan dan pertempuran, penyembah berhala, menjadi masyarakat yang berperadaban, berwawasan luas dan memiliki segudang ilmu pengetahuan.

Peran madrasah tidak dapat dipandang sebelah mata. Pengajaran ilmu-ilmu keagamaan secara formal disamping memelihara tradisinya dalam hal pengerjaan dan pengamalan syariat agama sejak usia dini, tentunya sangat berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku yang menghargai nilai-nilai kejujuran serta akhlak dan budi pekerti yang baik. Madrasah menjawab tantangan kemajuan teknologi dan digitalisasi informasi yang begitu cepat, mengawinkannya dengan penanaman nilai-nilai keagamaan, sehingga pada muaranya berperan aktif dalam pembentukan moral generasi bangsa. (mirs)

xNUCare-Lazisnu