xNUCare-Lazisnu

Ketika Allah Menolak Menyembuhkan Nabi Musa

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 3680 NU Media

NU Media – Suatu hari, Nabi Musa ‘Alaihissalaam mengeluhkan gigi beliau yang sakit. Beliau pun bermunajat kepada Allah,

Eramulti Computer

“Ya Allah, sakit gigi ini terasa begitu menyiksa.”

Allah lalu memerintahkan,

“Ambil rumput itu dan tempelkan di gigimu.”

Gedung PCNU Berau

Nabi Musa melakukannya, dan seketika sakitnya sembuh. Beberapa waktu kemudian, gigi beliau kembali sakit. Nabi Musa pun menuju tempat rumput itu dan seperti sebelumnya menempelkannya ke gigi beliau. Namun alih-alih sembuh, sakit yang beliau rasakan bertambah parah.

Beliau pun bermunajat,

إلهى ألست أمرتني بهذا ودللتني عليه

“Tuhanku, bukankah Engkau yang memerintahkanku dan menunjukkanku untuk (rumput) ini?”

Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian menjawab,

أنا الشافي وأنا المعافي وأنا الضار وأنا النافع، قصدتني في المرة الأولى فأزلت مرضك والآن قصدت الحشيشة وما قصدتني

“Aku-lah penyembuh. Aku-lah pemberi kebaikan. Aku-lah yang mendatangkan mudharat. Aku pula yang mendatangkan kemaslahatan. Pada sakitmu yang pertama, kau mendatangi-Ku. Karenanya, Ku-sembuhkan penyakitmu. Tetapi kali ini kau langsung mendatangi rumput itu, bukan mendatangi-Ku.”

Sahabat! Kita hidup di dunia kasat mata, yang sudah tentu banyak bersentuhan dengan segenap materi di dalamnya. Kenyataan ini sering melalaikan kita, bahwa sejatinya apa saja yang berada di alam ini tidak akan lepas dari kehendak Sang Maha Pengatur.

Cerita di atas mengajarkan kita, sakit Nabi Musa yang pertama adalah permohonan dan petunjuk sedangkan sakit kedua adalah teguran. Di sakit yang pertama Nabi Musa memohon dan mengadu kepada Allah lalu Allah memberinya petunjuk. Sementara di sakit yang kedua, beliau tidak berdoa kepada Allah namun begitu saja menaruh keyakinan kepada makhluk. Allah menegur beliau dengan kalimat tegas, “Akulah Sang Penyembuh!”.

Wallaahul muwaffiq ilaa aqwamith-thariiq.

(Dikutip dari Syeikh Nawawi al-Bantani; Fathul Majid)

xNUCare-Lazisnu