Kamis, 03 Apr 2025
xNUCare-Lazisnu

Tentang Ibadah dan Tafakur

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Jul 2020 883 NU Media

NU Media – Hendaklah engkau mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah-ibadah  fardhu. Apabila ibadah fardhumu baik, berarti engkau menjadi dirimu yang  sejati. Dengan ibadah-ibadah sunnah peliharalah ibadah-ibadah fardhu, dan setiap kali ibadahmu bertambah maka tingkatkanlah pula rasa syukur dan takutmu.

Eramulti Computer

قال يحيي بن معاذ، عجبت لطالب فضيلة تارك فريضة . ومن كان عليه دين فأهدى إلى صاحب الدين مثل حقه كان مطالباً بالحق إذا حل الأجل . و قال أبو بكر الوراق، ابذل في هذا الزمان أربعة على أربعة، الفضائل على الفرائض، والظاهر على الباطن، والخلق على النفس، والكلام على الفعل .

Yahya bin Mu’adz berkata, “saya heran terhadap orang yang mencari keutamaan sementara dia meninggalkan ibadah-ibadah fardhu.

Barang siapa yang mempunyai hutang, kemudian dia memberikan hadiah  kepada pemilik hutang sebesar haknya, maka ketika datang jangka waktu bayar hutang diapun masih akan dituntut haknya.”

Gedung PCNU Berau

Abu Bakar Al Warraq berkata, “Pada zaman ini hendaklah dengkau mencurahkan 4 hal atas 4 hal lainnya, keutamaan atas perkara yang fardhu, yang zahir atas yang batin, orang lain atas diri sendiri dan perkataan atas perbuatan.”

Pikirkanlah olehmu firman Allah Azza wa Jalla,

هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

“Bukankan telah datang atas manusia suatu waktu dari satu masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (Al-Insaan:1)

Ingatlah bagaimana keadaanmu dan ambillah pelajaran dari masa yang telah lalu dari dunia atas apa yang telah engkau lihat, apakah masih tersisa atas seseorang? dan tidaklah tersisa darinya yang serupa dengan yang telah lampau daripada air dengan air.

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

لم يبق من الدنيا إلا بلاء و فتنة

“Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali bencana dan fitnah.”

Dikatakan kepada Nabi Nuh ‘Alaihissalaam, “bagaimana engkau memandang dunia ini wahai nabi yg paling panjang umurnya?” beliau menjawab, “seperti satu rumah yang mempunyai dua pintu, aku masuk  dari salah satunya dan keluar dari pintu lainnya, pikiran adalah induk dari kebaikan, ia adalah cermin yang memperlihatkan kepadamu segenap kebaikan dan keburukan.”

Telah selesai pembahasan ini dengan puji, pertolongan dan taufikNya. Segala puji hanya milik Allah semata. Wallaahu a’lam.

(Imam Ghazali, Minhajul ‘Arifin)

xNUCare-Lazisnu